Psikologi Hewan

Psikologi Hewan

Psikologi berasal dari bahasa Yunani “Psyche” yang artinya jiwa dan “Logos” yang artinya ilmu pengetahuan. Secara etimologi psikologi artinya: ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya. Jiwa adalah daya hidup rohaniah yang bersifat abstrak, yang menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan-perbuatan pribadi (personal behavior) dari hewan tingkat tinggi dan manusia.

Pada dasarnya sesuatu yang dikatakan hidup ketika ia memiliki “JIWA”. Demikian pula pada hewan, hewan tentunya memiliki jiwa seperti manusia. Ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan hewan disebut “Animal Pshycology”. Manusia banyak mempelajari ilmu ini untuk lebih mengetahui potensi yang dimiliki oleh hewan peliharaannya. Contohnya seperti anjing yang dilatih untuk taat kepada pemilikinya, melakukan apa yang diinginkan majikannya.

Kenapa anjing mudah dilatih ? Dilihat oleh metode ilmiah bahwa otak binatang hanya berbeda dalam ekspresi kuantitatif dari manusia dan tidak digunakan dalam kualitatif yaitu organ manifestasi pikiran. Ini berarti bahwa model otak anjing, misalnya, adalah sama seperti pemiliknya, dibagi menjadi dua belahan dan empat lobus, dengan fungsi yang sama. Perubahan apa adalah bahwa bagian tubuh manusia lebih berkembang, seperti lobus frontal, yang merupakan instrumen manifestasi dari fungsi mental yang lebih tinggi, seperti tindakan kecerdasan, memori dan asosiasi ide.

Pelatihan yang dilakukan bertujuan untuk merangsang kemampuan otak. Hal ini dilakukan oleh pecinta burung yang ingin agar burungnya bisa berbicara. Burung-burung tertentu khususnya, seperti burung beo dan family terdekatnya. Ilmu kejiwaan hewan semakin ditelaah oleh ilmuwan atau pecinta hewan dikarenakan munculnya bukti-bukti serta kejadian-kejadian unik yang berhubungan dengan psikologi hewan.

Misalnya, “Alex, Burung Terpintar di Dunia” Alex adalah burung beo berwarna abu-abu yg menjadi subjek eksperimen oleh pengamat psikologi hewan Irene Pepperberg. Pepperberg membeli Alex di suatu petshop ketika alex berumur satu tahun. Nama Alex sendiri sebenarnya adalah singkatan dari Avian Learning Experiment. Sebelum Pepperberg bekerja dengan Alex, dunia meyakini bahwa burung bukanlah makhluk yang cerdas. Tetapi Alex berhasil menunjukkan pada dunia bahwa burung dapat memahami komunikasi dengan manusia dan memahami pesan dasarnya. Pepperberg menyatakan bahwa tingkat kepintaran Alex setingkat dengan lumba-lumba ataupun kera. Dia juga menyatakan bahwa Alex memiliki kepintaran yg setara dengan manusia berumur lima tahun walaupun belum bisa mencapai potensi maksimal nya karena dia mati dalam umur yang masih muda. Dia bisa menghitung, membedakan warna, dan menunjukkan ekspresi-ekspresi frustasi layaknya orang. Kematian Alex menjadi kejutan, karena lama hidup rata-rata dari burung beo Afrika adalah 50 tahun. Dia keliatan sehat sehari sebelum dia mati, dan tiba-tiba ditemukan sudah tak bernyawa pagi harinya.Apa yang dilakukan Pepperberg adalah mencari potensi Alex, lalu ia kembangkan hingga Alex memiliki kepintaran yang setara dengan manusia.

Lain halnya dengan Pepperberg, ada pula ikatan persahabatan dari dua spesies yakni “Owen & Mzee”

Jika kita mengingat kejadian tragedi tsunami di Samudera Hindia yang menghantam Asia dan Afrika, puluhan penduduk desa tepi Pantai Malindi di Kenya melakukan tugas penyelamatan bersama aparat setempat. Pada sehari setelah kejadian Tsunami, saat itulah Owen Saubion melihat pemandangan ganjil di kawasan tepi pantai itu. Ia melihat bayi kudanil (masih berusia satu tahun) itu meringkuk lemas di batu karang. Kondisinya sangat memprihatinkan. Ia terjebak di antara gelombang laut dan derasnya air dari muara Sabaki River.

Setelah dirawat, kuda nil itu pun akhirnya dibawa ke Haller Park dekat Mombasa, sebuah taman suaka margasatwa milik Lafarge Eco Systems’ East African firm, pada 27 Desember 2006. Di suaka margasatwa Haller Park inilah kisah persahabatan unik itu dimulai. Bayi kuda nil itu kemudian diberinama Owen, sesuai nama penyelamatnya. Petugas suaka menempatkannya di sebuah area untuk hewan-hewan kecil. Langkah ini dilakukan karena Owen masih tergolong bayi. Sementara jika di tempatkan di lokasi untuk kawanan kudanil, petugas perawat hewan khawatir ia akan diserang kawanan kuda nil lain yang tak mengenalnya. Karena kuda nil sangat agresif dan “fanatik” pada kawanannya, bila ada kuda nil asing mereka bisa saja membunuhnya.

Ketika Owen dilepas, ia masih bingung. Mungkin karena harus menempati lingkungan baru. Namun setelah ia merasa sedikit nyaman, Owen langsung menatap dan tertarik pada seekor kura-kura bernama Mzee. Mzee, adalah spesies kura-kura Aldabran usia 130 tahun seberat 700 pound (320 kg). Mzee yang dalam bahasa Swahili (Afrika) berarti “wise old man” (si tua bijaksana), merupakan penghuni lama area yang dilengkapi dengan kolam asri dan hutan buatan itu. Awalnya, Owen langsung beranjak mendekati Mzee. Namun Mzee sama sekali tak peduli padanya. Hari demi hari Owen selalu mengikuti Mzee ke mana pun ia pergi. Agaknya Owen berupaya mengambil hati Mzee. Seiring waktu dan kegigihan Owen mendekatinya, Mzee akhirnya menerima kehadiran kuda nil muda itu.

Berminggu-minggu kemudian keduanya sudah tampak begitu akrab. Mzee layaknya dianggap sebagai induk oleh Owen, sementara Mzee merasa sebagai orangtua asuh bagi Owen. Bukan hanya dalam kiasan, pada kenyataannya Mzee selalu menjaga Owen dengan kelembutan. Owen juga selalu mematuhi dan senang bermain dengan Mzee. Ikatan persahabatan mereka mengental bagai sebuah keluarga. Para perawat hewan di Haller Park bingung dengan tingkah dua hewan beda spesies ini. Mereka bagaikan induk dan anak dari satu spesies yang sama. Apa yang disantap Mzee juga disantap Owen, di mana Owen tidur di situ pasti ada Mazee. Mereka selalu bermain air di kolam bersama, makan bersama, tidur bersama dan berjalan-jalan keliling area taman bersam-sama pula. Setahun berlalu, namun kedua hewan beda spesies itu semakin lengket. Keduanya sudah tak terpisahkan lagi. Fenomena ini sungguh mengejutkan sejumlah besar ilmuwan.

Bukannya saja karena peristiwa seperti ini belum pernah terjadi, tetapi di antara mereka juga sudah mengembangkan “bahasa” mereka sendiri sebagai sistem komunikasi di antara keduanya. Bahasa komunikasi lewat suara yang sama sekali belum pernah ditemukan dalam kelompok kudanil atau pun kura-kura Adabran. Suara dalam nada tertentu dari Mzee akan direspons oleh Owen secara tepat. Begitu pula sebaliknya, suara dalam nada tertentu dari Owen direspons Mzee pula secara tepat. Selain itu, keduanya juga mengembangkan bahasa tubuh yang hanya mereka berdua pahami, seperti gigitan lembut, sentuhan, dorongan dan belaian yang masing-masing direspons sebagai suatu kode untuk melakukan sesuatu atau ungkapan kasih sayang di antara keduanya.

Keunikan persahabatan Owen dan Mzee pun menjadi fenomena mendunia. Tingkah laku dan komunikasi unik yang sama sekali baru dalam dunia zoologi (ilmu tentang hewan) itu membuat mereka menjadi selebriti dunia. Sejumlah besar foto, film, dokumentasi, bahkan buku dan artikel mengulas soal teka-teki besar persahabatan mereka. Owen dan Mzee pun menjadi lambang cinta dan persahabatan yang tidak mengenal batasan fisik, ras, spesies dan teritori.Semoga menambah wawasan kita semua.

(untuk mengganti tugas ekologi hewan bio umm )

http://www.facebook.com/notes/hendy-desnico/psikologi-hewan/450298289989

One response to “Psikologi Hewan

  1. Dear endyjung.wordpress.com

    Siang,

    Kami dari Humas Merdeka.com bermaksud menawarkan content yang sesuai dengan tipikal blog Anda yang bisa digunakan secara gratis. Content ini sangat mudah aplikasinya dan sangat membantu Anda dalam Reblogging.
    Jika Anda berminat, silahkan kunjungi http://content.merdeka.com/ dan dapatkan contentnya.

    Terima kasih atensinya, kami menunggu kabar baik dari Anda.

    Salam,

    Humas Merdeka.com
    Selvie Chummairoch

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s